Contoh Karya Ilmiah Ilmu Sosial
Rabu, 21 Desember 2011 | 07.43

HALAMAN PENGESAHAN
1.      Judul Penelitian
Mengubah Paradigma Tentang Kewirausahaan Demi Menurunnya Angka Pengangguran.
2.      Peneliti
a.       Peneliti : Dewi Anggraini
b.      NISN : 9946559187
c.       Sekolah : SMA NEGERI 2 SEKAYU
d.      Alamat Sekolah : Jl. Kolonel Wahid Udin Lk.1 Kayuara Musi  Banyuasin
e.       Kode Pos : 30711, Telp/fax: (0714) 322209.

Mengetahui,

Sekayu, Desember 2011
Pembimbing
Penulis


Sutino, S.Pd
Dewi Anggraini
NGO 100804 
NISN 99946559187


Mengetahui,
Kepala Sekolah



Burtani, S.Pd
NIP 29721201 199802 1 002


SMA NEGERI 2 SEKAYU

PERNYATAAN ORISINALITAS TULISAN
Saya menyatakan bahwa saya mengikuti Lomba Karya Ilmiah Politehnik Sekayu 2011 dengan menyertakan karya asli dan bukan hasil saduran atau replika sebagian atau keseluruhan dari karya orang lain kecuali referensi, data dan sebagainya yang disebutkan pada tulisan. Tulisan saya merupakan murni pemikiran dari suatu topik yang diamati, diteliti dan dianalisis untuk mendapatkan solusi dan atau hasil dari suatu masalah. Bantuan yang saya terima hanya bersifat dukungan moral atau material dan tidak berkaitan secara langsung dengan karya yang kami hasilkan. Bentuk bantuan dan kontributor bersangkutan akan kami cantumkan dalam naskah ini.
Judul Tulisan :
Mengubah Paradigma Tentang Kewirausahaan Demi Menurunnya Angka Pengangguran.
Penulis,


Dewi Anggraini
NISN 9946559187



ABSTRAK
Kewirausahaan selama ini hanya dipandang sebelah mata saja oleh sebagian kalangan masyarakat, masyarakat cenderung mengambil jalan aman dengan menjadi PNS. Mereka pikir dengan menjadi PNS hidup akan lebih terjamin, memang pikiran itu ada benarnya juga. Oleh karena itu penulis pikirmasyarakat harus bias menguah pola pikir tersebut. Dengan menjadi seorang wirausahawan hidup juga bisa terjamin aslakan kita penuh dengan ide-ide kreatif dan kerja keras, apapun bias kita lakuka, dan tantangan maupun kendala akan bias dihadapi.
Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah studi pustaka dengan mengkaji literature dari buku dan berbagai situs internet (world wide web).
Hasil yang diperoleh dai penlulisan karya tulis ini adalah (1) wirusaha adalah salah satu cara untuk menaikkan neraca perekonomian (2)dengan berwirausaha penulis pikir akan mengurangi setidaknya 30% dari jumlah pengangguran yang ada sekarang (3)untuk memajukan wirausaha harus adakesingkronanperan antara masyarakat dan pemerintah (4)semua kendala yang ada dalam wirausaha dapat dihadapi dengan cara kerja keras dan berfikiran kreatif sertamampu mencari peluang dan prospek usaha yang baik.



KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat membuat dan menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Kewirausahaan Sebagai Penunjang Naiknya Nerca Perekonomian “
Dalam penulisan ini, penulis banyak mendapatkan dukungan, bimbingan, dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, sudah sepantasnya penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, antara lain :
1.      Kepada kedua orang tua saya yang telah memberikan motivasi dan do’a
2.      Bapak Burtani, S.Pd selaku Kepala Sekolah.
3.      Bapak Sutino, S.Pd selaku pembimbing penulisan.
4.      Semua pihak yang telah membantu dan tidak bisa penulis sebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini belum sempurna oleh karena itu penulis mengharapkan kritik yang membangun dari semua pihak dan semoga karya tulis ini bisa bermanfaat.
Sekayu, 12 Desember 2011
Penulis,

Dewi Anggraini
NISN 9946559187
    Daftar Pustaka    

Halaman Pengesahan.............................................................................................................................
i
Pernyataan Orisinalitas..........................................................................................................................
ii
Abstrak..................................................................................................................................................
iii
Kata Pengantar.....................................................................................................................................
iv
Daftar Isi................................................................................................................................................
v
BAB I Pendahuluan...............................................................................................................................
1
          A. Latar belakang........................................................................................................................
2
          B. Rumusan masalah...................................................................................................................
3
          C. Tujuan dan Manfaat Penelitian...............................................................................................
3
BAB II Kajian Pustaka
5
BAB III Metodologi Penelitian

          A. Metode Penelitian...................................................................................................................
8
BAB IV Hasil dan Pembahasan

          A. Upaya Pemerintah...................................................................................................................
9
          B. Peran Masyarakat Dan Kendala Wirausaha............................................................................
10
BAB V Kesimpulan dan Saran

          A. Kesimpulan.............................................................................................................................
12
          B. Saran.......................................................................................................................................
12
Daftar Pustaka........................................................................................................................................
13

 
BAB I
PENDAHULUAN
Secara harpiah wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses. Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif. Sedangkan yang dimaksudkan dengan seorang Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatankesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan.Karir kewirausahaan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat, menghasilkan imbalan financial yang nyata.
Wirausaha di berbagai industry, baik industry besar maupun kecil dan menengah akan mampu membantu perekonomian dengan menyediakan pekerjaan dan memproduksi barang dan jasa bagi konsumen dalam negeri maupun di luar negeri. Meskipun industry kecil dan menengah tidak begitu memberikan efek yang terlalu besar tetapi setidaknya sdah memberikan andil yang nyata bagi perekonomian masyarakat
A.    LATARBELAKANG
Indonesia adalah salah satu Negara dengan populasi penduduk terbesar keempat didunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Dengan populasi mayarakat Indonesia yang mencapai 241.973.879 jiwa. Dengan populasi penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya, yang dipengaruhi oleh tingkat kelahiran yang tinggi. Menyebabkan kurangnya lapangan pekerjaan dan maraknya pengangguran di Indonesia khususnya di Musi Banyuasin maka, masyarakat perluh menimbulkan rasa kewirausahaan yang tinngi dan mengubah paradigma atau pola pikir masyarakat yang selama ini yang mengatakan bahwa kewirausahaan itu tidak akan menjadi orang sukses dan punya banyak uang. Pada dasarnya setiap orang itu mampu berwirausaha akan tatapi itu bergantung juga pada kemampuan untuk mencari peluang dan prospek usaha apa yang akan dijalankan.
Namun, sayangnya kesadaran masyarakat untuk berwirausaha masih sangat kurang dan belum dioptimalkan. Sehingga masyarakat masih bergantung pada orang lain dan tidak berani untuk membuka usaha nya sendiri. Pdaal peluang untuk memperoleh keuntungan dan kebebasan dalam bekerja sangat besar.
Selain itu perhatian pemerintah yang kurang maksimal terhadap kewirausahaan teruama usaha kecil dan menengah juga menjadi hambatan mengapa kewirausahaan kurang diminati oleh masyarakat.
Oleh karana itu perluh adanya upaya strategis dan serius yang dilakukan oleh pemerintah dan yang terpenting adalah perlunya kesadaran dari masyarakat itu sendiri.
B.  RUMUSAN MASALAH
1.      Upaya apa yang perluh dilakukan oleh pemerintah untuk menunjang kemunculan dan keberhasilan wirausaha?
2.      Bagaimana peranan masyarakat dalam kewirausahaan? dan kendala yang dihadapi masyarakat dalam berwirausaha?
C. TUJUAN DAN MANFAAT
1.1  Tujuan
1.      Untuk mengetahui bagaimana peranan pemerintah dalam kemajuan wirausaha.
2.      Untuk mengetahui bagaimana peranan masyarakat dalam wirausaha.
3.      Untuk mengetahui solving dari berbagai problem yang dihadapi dalam berwirausaha.
1.2  Manfaat
a. Bagi Penulis
1).  Menambah wawasan keilmuan.
2).  Mengembangkan pemikiran kritis
  
  b.Bagi Pemerintah
1). Sebagai solusi alternatif untuk mengembangkan dan menjalankan program perekonomian.
2).  Membantu menambah pendapatan negara.
      c.Bagi Masyarakat
Masyarakat dapat mengetahui lebih luas tentang kewirausahaan beserta manfaatnya bagi peningkatan laju perekonomian.
 BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Wirausaha dalam bahasa Prancis yakni dari entreprendre.The Concise Oxford French Dictionary (1980) mengartikan entreprendre sebagai to undertake (menjalankan,melakukan, berusaha), to set about (memulai), to begin (memulai); to attempt (mencoba, berusaha). Dalam bahasa Indonesia Kata “wirausaha” merupakan gabungan kata wira (=gagah berani,perkasa) dan usaha.
Jadi, wirausaha berarti orang yang gagah berani atau perkasa dalam usaha. Ide dan defenisi entrepreneur banyak sekali, Schumpeter seorang pakar strategi melihat entrepreneur adalah sebuah proses “destruktif yang kreatif”, dimana produk-produk atau metode produksi yang sudah ada dihancurkan dan diganti dengan yang baru.
Oleh karena itu entrepreneuship berkaitan dengan penemuan, pendayagunaan peluang-peluang yang menguntungkan. Dengan kata lain fungsi spesifik dari entreprenur adalah inovasi. Inovasi berarti penciptaan nilai sebagai sumber keunggulan kompetitif. Tanpa inovasi cara/metode baru tidak akan pernah ditemukan. Melalui inovasi, para entrepreneur akan terus melakukan ekspansi memperluas daerah pemasaran, menambah jumlah pelanggan meningkatkan penjualan dan laba.
Adam Smith, yang kita kenal sebagai bapak ekonomi memiliki pandangan tersendiri. Dalam pandangannya wirausaha berarti orang yang mampu bereaksi terhadap perubahan ekonomi, lalu menjadi agen ekonomi yang mengubah permintaan menjadi produksi. Ahli ekonomi perancis Jean Baptise berpendapat bahwa wirausaha adalah orang yang memiliki seni dan kterampilan tertentu dalam menciptakan usaha ekonomi yang baru.
A.    Sifat-Sifat Wirausaha
1.      Percaya Diri, seorang entrepreneur haruslah memiliki sifat percaya diri yang tercermin dari.
2.      Yakin dan optimisme ia harus yakin dan optimis bahwa usahanya akan maju dan berkembang untuk itu Seorang wirausaha harus mampu menyusun rencana keberhasilan perusahaannya
3.      Mandiri, tidak mengandalkan dan bergantung orang lain atau keluarga.
4.      Kepemimpinan, dan dinamis, seorang wirausaha harus mampu Bertanggung jawab terhadap segala aktivitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggung jawab seorang pengusaha tidak hanya pada material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
5.      Originalitas, seorang entrepreneur haruslah memiliki sifat orginalitas yang tercermin dari:
a.       Kreatif,  mampu mengembangkan ide-ide baru dan menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan.
b.      Inovatif,  mampu melakukan sesuatu yang baru yang belum dilakukan banyak orang sebagai nilai tambah keungulan bersaing.
c.       Inisiatif/proaktif, mampu mengerjakan banyak hal dengan baik, dan memiliki pengetahuan. Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar dimana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapterlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagaipelopor dalam berbagai kegiatan.
Selain itu seorang wirausaha juga harus memiliki sikap yang kebal terhada berbagai hambatan ini terdiri dari empat komponen, yaitu reach, ownership & original,control, endurance. Reach berarti seberapa jauh kemalangan/rintangan yang ditemui itu mempengaruhi hal-hal lain dalam kehidupan. Ownership & original adalah persepsi orang terhadap rintangan/hambatan. Control berarti melihat kemampuan mengontrol hambatan/rintangan dalam kehidupan. Endurance berarti sejauh mana kita melihat rintangan/hambatan senagai sesuatu yang terus terjadi atau hanya terjadi secara kebetulan, cepat berlalu dan tidak akan terjadi lagi. Berorientasi keuntungan, semua cara dan usaha yang dilakukan harus mendatangkan profit, karena bisnis tidak akan bisa bertahan dan berkembang jika tidak ada profit Teguh, tekun, dan kerja keras, Kerja keras. Berani ambil risiko: terdiri dari sifat mampu ambil risiko, suka tantangan. Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapan pun dan di mana pun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian dalam penulisan karya tulis ini adalah metode penelitan pustaka dan observasi langsung. Penelitian pustaka ditujukan untuk mengumpulkan data sekunder. Sedangkan observasi langsung ditujukan untuk melihat realita secara langsung apa yang terjadi di lapangan. Dan bertanya kepada beberapa para ahli yang berkompeten di bidangnya.
 BAB IV
             PEMBAHASAN
A.    Upaya apa yang perluh dilakukan oleh pemerintah untuk menunjang kemunculan dan keberhasilan wirausaha.
Perlunya upaya pemerintah dalam melakukan pendekatan secara sistematik dan integratif dalam pengembangan kewirausahaan. Pendekatan sistematik dilakukan melalui sistem kelembagaan  mulai dari dibentuknya satu Kementerian Industri Kecil (Ministry for Small Scale Industry), Small Industry Development Bank (SIDBI), National Bank for Agriculture and Rural Development (NABARD), Mutual Credit Guarantee Fund Corporation dan berbagai lembaga pengembangan kewirausahaan serta lembaga pendukung pengembangan industri kecil lainnya. 
Kementerian Industri Kecil di tingkat pusat mengkoordinasikan kebijakan dan program pengembangan usaha kecil dan menengah di Indonesia. Perlunya membentuk Kementerian Industri Kecil pada masing-masing daerah. Dengan demikian, pengembangan usaha kecil dan menengah dilakukan secara intergratif dan koordinatif. 
            Menyadari akan pentingnya pengembangan kewirausahaan untuk meningkatkan dayasaingUKM, maka pengembangan kewirausahaan oleh berbagai lembaga kewirausahaan yang dilakukan dengan pendekatan integratif. Pengembangan kewirausahaan secara integratif dilakukan dengan 2 premis dasar sebagai pertimbangan, yaitu (1) memperhatikan 3 komponen  kunci untuk proses pembangunan perusahaan,            yakni :
pengusaha, perusahaan, dan lingkungan bisnis; dan (2) tahapan pengembangan kewirausahaan dan keterkaitan intervensi.Selain itu juga pemerintah harus memberikan perhatian yang lebih kepada para wirausahawan. Dan pemberian modal tanpa bunga dinilai akan lebih mengintensifkan kewirausahawan.
B.     peranan masyarakat dalam kewirausahaan dan kendala yang dihadapi masyarakat dalam berwirausaha.
Dalam melaksanakan peran dan merealisasikan potensi kewirausahaan yang besar tersebut,  masyarakat masih menghadapi berbagai masalah. Salah satu diantaranya adalah masih kurang kondusifnya iklim usaha, yang mencakup (1) aspek legalitas badan usaha dan ketidakjelasan prosedur perizinan yang mengakibatkan besarnya biaya transaksi, panjangnya proses perizinan dan timbulnya berbagai pungutan tidak resmi; (2) praktik bisnis dan persaingan usaha yang tidak sehat; (3) ketidakpastian lokasi usaha; dan (4) lemahnya koordinasi lintas instansi dalam pemberdayaan kewirausahaan itu  sendiri. Di samping itu, otonomi daerah ternyata belum menunjukkan kemajuan yang merata dalam upaya mempercepat tumbuhnya iklim usaha yang kondusif bagi wirausaha.
Permasalahan pokok lainnya adalah rendahnya produktivitas yang berakibat terjadinya kesenjangan yang sangat lebar antarpelaku usaha kecil, menengah, dan besar. Perkembangan produktivitas tenaga kerja usaha mikro dan kecil belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Atas dasar harga berlaku tahun 2004, produktivitas per tenaga kerja usaha mikro dan kecil adalah sebesar Rp11,6 juta dan  usaha menengah sebesar Rp38,7 juta, sedangkan produktivitas per tenaga kerja usaha besar telah mencapai Rp2,2 miliar. Kinerja seperti itu berkaitan dengan rendahnya kualitas sumber daya manusia khususnya dalam bidang manajemen, organisasi, penguasaan teknologi, dan pemasaran, serta rendahnya kompetensi kewirausahaan. Keadaan demikian melemahkan kesiapan bersaing dan daya adaptasi dalam menghadapi pelaksanaan perdagangan bebas sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui oleh masyarakat internasional.
Wirausaha juga masih menghadapi masalah keterbatasan akses ke modal. Pada tahun 2004, jumlah kredit perbankan yang disalurkan sebagai kredit skala mikro, kecil, dan menengah (MKM) adalah sebesar 50,5 persen dari total kredit perbankan. Dari jumlah tersebut, sebagian besar (50,5 persen) masih terserap ke dalam kegiatan-kegiatan konsumtif. Sementara itu, sisanya terserap untuk kegiatan produktif, yaitu untuk kredit modal kerja sebesar 39,4 persen dan sebagian terkecil untuk kredit investasi sebesar 10,1 persen. Keadaan itu bagi wirausaha amat menyulitkan.

 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Kewirausahaan menjadi salah satu alternative peningkatan neraca perekonomian. Dengan menjadi seorang wiraswasta atau wirausaha masyarakat dapat menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri dan orang lain, demi mengurangi persentase pengangguran yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.
B.     Saran
Diharapkan dapat menciptakan inovasi baru, dalam peningkatan perekonomian masyarakat, dan diharapkan adanya relasi yang saling menguntungkan antara pemerintah dan masyarakat demi terciptanya iklim usaha yang lebih baik kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan.
Kasmir: "Ciri-ciri Wirausaha", ‘’Kewirausahaan’’, halaman 27-28. Alfabeta, 2007
http://www.bappenas.go.id/get-file server/node/3341/+peran+masyarakat+dalam+wirausaha
peran+masyarakat+dalam+wirausaha.
http://kamalmisran.wordpress.com/2008/07/31/buku-sekolah-elektronik-bse.
























« OLDER
NEWER »